Kampar menunjukkan perjalanan yang dinamis. Struktur ekonomi daerah masih kuat ditopang sektor berbasis sumber daya alam, terutama pertanian, perkebunan, dan pertambangan, namun dalam beberapa tahun terakhir mulai bergerak menuju diversifikasi melalui industri pengolahan, perdagangan, jasa, UMKM, dan investasi.
Jejak Ekonomi Kampar
Perjalanan ekonomi Kampar dapat dilihat melalui beberapa fase penting. Pada periode awal 2000-an, aktivitas perkebunan dan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu penggerak ekonomi. Selanjutnya, pertumbuhan perkebunan kelapa sawit, perdagangan dan pembangunan infrastruktur semakin memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Memasuki periode 2015–2019, perekonomian Kampar menghadapi tantangan dari perubahan harga komoditas, terutama komoditas perkebunan. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan diversifikasi ekonomi dan peningkatan nilai tambah hasil produksi daerah.
Baca juga: Karhutla Kampar Meluas, Sejumlah Titik Masih Dalam Penanganan Petugas
Pandemi COVID-19 pada 2020–2022 kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan ekonomi daerah. Aktivitas perdagangan, jasa dan berbagai kegiatan masyarakat mengalami tekanan. Pemerintah daerah bersama masyarakat dan dunia usaha selanjutnya memasuki fase pemulihan ekonomi.
Pertumbuhan Ekonomi Kembali Menguat
Data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kampar mengalami dinamika dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi tercatat 3,45 persen pada 2021, meningkat menjadi 4,83 persen pada 2022, kemudian 4,22 persen pada 2023.
Untuk 2025, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Bappeda menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,02 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau sebesar 4,79 persen. Kampar juga disebut memberikan kontribusi sekitar 10 persen terhadap PDRB Provinsi Riau.
Baca juga: Bayang-Bayang "El Nino Godzilla": Alarm Nyata Kebakaran Hutan dan Lahan di Kampar
Angka tersebut menjadi sinyal positif bahwa perekonomian Kampar memiliki kapasitas untuk kembali tumbuh setelah menghadapi berbagai tekanan ekonomi.
Sektor Unggulan Masih Menjadi Penopang
BPS Kabupaten Kampar menerbitkan publikasi PDRB Kabupaten Kampar Menurut Lapangan Usaha 2021–2025 pada April 2026. Publikasi tersebut memuat perkembangan ekonomi menurut 17 lapangan usaha berdasarkan harga berlaku dan harga konstan.
Dokumen perencanaan daerah menunjukkan sejumlah sektor penting dalam perekonomian Kampar, antara lain pertanian, perkebunan, pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi serta transportasi dan pergudangan. Bahkan dalam estimasi sektoral, transportasi dan pergudangan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan yang relatif tinggi.
Tantangan Inflasi
Di sisi lain, dinamika harga tetap menjadi perhatian. Pada Desember 2025, inflasi tahunan Kabupaten Kampar tercatat 5,01 persen, dengan inflasi bulanan 1,88 persen.
Memasuki 2026, tekanan harga mulai bergerak berbeda. Januari 2026 mencatat deflasi bulanan 0,66 persen dengan inflasi tahunan 3,70 persen. Pada April 2026, inflasi tahunan tercatat 1,51 persen dan secara kumulatif sejak awal tahun terjadi deflasi 0,64 persen.
Namun pada Juni 2026, inflasi tahunan kembali mencapai 4,90 persen, terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman dan tembakau. Pada Juli 2026, Kampar mencatat deflasi bulanan 0,34 persen dengan inflasi tahunan 3,51 persen.
Menuju Ekonomi yang Lebih Beragam
Perubahan struktur ekonomi menjadi agenda penting ke depan. Pemerintah daerah tidak hanya perlu mempertahankan produktivitas sektor primer, tetapi juga meningkatkan nilai tambah melalui industri pengolahan, memperkuat UMKM, memperluas perdagangan dan jasa, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Pemerintah Kabupaten Kampar juga mendorong pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar potensi ekonomi daerah, khususnya UMKM dan industri kreatif, dapat dipetakan secara lebih detail. Data tersebut diharapkan menjadi dasar kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Ekonomi Kampar: Dari Komoditas Menuju Nilai Tambah
Rangkaian data tersebut memperlihatkan bahwa ekonomi Kampar memiliki fondasi yang kuat, tetapi juga menghadapi tantangan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan. Ke depan, keberhasilan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi komoditas, tetapi juga oleh kemampuan mengolah hasil produksi menjadi produk bernilai tambah, memperluas kesempatan kerja, memperkuat UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan investasi, inovasi, digitalisasi, infrastruktur dan kebijakan berbasis data, Kampar memiliki peluang untuk membangun ekonomi yang semakin beragam, produktif dan berkelanjutan.