Langit Kampar Belum Bersih, Hujan Tak Mampu Menjinakkan Asap

BANGKINANG — Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kampar sepanjang malam ternyata belum sepenuhnya mampu mengusir kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kampar, Kamis (10/9/2026).

Terpantau Pagi harinya, sejumlah kawasan di pusat Kota Bangkinang masih tampak berkabut.

Udara yang seharusnya terasa lebih segar setelah diguyur hujan justru masih menyisakan aroma asap dan jarak pandang yang terlihat berkabut.

Baca juga: Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah Kampar Masih Tatap Muka: Menunggu Apa?

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar. Jika hujan semalaman belum mampu membersihkan udara, dari mana asap masih terus datang?

Kabut asap yang bertahan setelah hujan mengindikasikan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belum sepenuhnya tuntas.

Hujan memang dapat membantu membasahi permukaan lahan dan meredam sebagian titik api, namun pada lahan tertentu, terutama kawasan gambut, bara api di bawah permukaan dapat tetap bertahan dan kembali menghasilkan asap.

Baca juga: Siswa Bergelimpangan di Puskesmas, SPPG MBG Tapung Hulu Diminta Stop

Masyarakat pun diminta tetap waspada.

Kabut asap bukan hanya mengganggu aktivitas dan jarak pandang, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap asap.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa hujan bukan berarti persoalan Karhutla otomatis berakhir.

Pemantauan titik rawan dan upaya memastikan api benar-benar padam tetap diperlukan.

Bangkinang boleh diguyur hujan, tetapi jika asap masih menggantung di udara, pertanyaan tentang sumbernya tak boleh dibiarkan ikut menguap.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Terkini