BANGKINANG KOTA (SK) — Ada keputusan besar yang diambil Repol di tengah dinamika Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Kampar.
Di saat dukungan terhadap dirinya untuk kembali memimpin Partai Golkar Kampar masih mengalir, Repol justru memilih tidak masuk dalam bursa kandidat ketua. Ia memutuskan memberikan ruang bagi kepemimpinan baru dan memilih fokus pada keluarga.
Keputusan tersebut disampaikan Repol usai Musda yang berlangsung di Stanum Resort, Bangkinang Kota, Senin (21/9/2026). Dalam Musda tersebut, Agus Risna Saputra akhirnya ditetapkan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kampar secara aklamasi.
Baca juga: Pemilu Masih Jauh, KPU Kampar Sudah “Memburu” Data Pemilih
Repol mengungkapkan, keputusannya untuk tidak kembali maju bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Menurutnya, pilihan tersebut telah melalui pembicaraan dan pertimbangan cukup panjang bersama keluarga, para kader, pengurus partai di tingkat provinsi hingga DPP.
Bahkan, Repol mengaku masih mendapat dukungan dari mayoritas kader untuk kembali memimpin Golkar Kampar. Restu dari jajaran pengurus Partai Golkar tingkat provinsi maupun DPP juga disebut telah diperolehnya.
Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia akhirnya memilih mengambil langkah berbeda.
Baca juga: Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah Kampar Masih Tatap Muka: Menunggu Apa?
“Mayoritas masih menginginkan saya menjadi ketua, provinsi dan DPP juga sudah memberikan restu. Tapi setelah diskusi dengan keluarga, kawan-kawan dan provinsi, akhirnya kami mengambil sikap untuk tidak maju lagi. Saya ingin fokus dulu dengan keluarga,” ungkap Repol.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan Repol kembali memimpin Partai Golkar Kampar untuk periode berikutnya.
Meski meninggalkan kursi ketua, Repol menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan Partai Golkar.
Baginya, Golkar tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan politik dan pengabdiannya. Karena itu, ia memastikan tetap siap memberikan kontribusi apabila dibutuhkan oleh partai.
“Insyaallah tetap komit. Kalau diminta membantu oleh Golkar, tentu saya siap. Karena Golkar ini rumah kita yang kedua,” tegasnya.
Kini, setelah kepemimpinan Golkar Kampar beralih kepada Agus Risna Saputra, Repol memilih mengambil posisi berbeda. Dari pucuk pimpinan organisasi, ia memilih kembali memberikan perhatian lebih kepada keluarga, sembari tetap membuka ruang untuk membantu partai ketika dibutuhkan.
Ia mungkin meninggalkan kursi ketua, tetapi tidak meninggalkan rumah politik yang telah membesarkan namanya.