Korban Dugaan Keracunan MBG Tapung Hulu Bertambah, Malam Hari Lima Siswa Kembali Dirawat

TAPUNG HULU (SK) — Kasus dugaan keracunan yang dialami siswa SMKN 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) belum sepenuhnya reda.

Hingga Rabu (19/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, lima siswa kembali mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Suka Ramai.

Kepala Puskesmas Suka Ramai, Nurhaidin, mengatakan kelima siswa tersebut datang untuk mendapatkan penanganan. Namun, kondisi mereka pada Kamis pagi disebut sudah membaik.

Baca juga: Karhutla Kampar Meluas, Sejumlah Titik Masih Dalam Penanganan Petugas

“Masih ada masuk jam 20.00 WIB lima orang, tapi pagi ini keadaan sudah baik,” ungkap Nurhaidin.

Sebelumnya, 81 siswa SMKN 1 Tapung Hulu dilaporkan dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami sejumlah keluhan usai menyantap menu MBG di sekolah pada Selasa (18/8/2026).

Kepala SMKN 1 Tapung Hulu, Nanang Sunarto, mengatakan para siswa mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah hingga diare.

Baca juga: Rangkaian Peristiwa Ekonomi Kabupaten Kampar: Dari Masa ke Masa hingga 2025

Namun, Nanang menegaskan pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Menurutnya, perlu menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum dapat disimpulkan apakah kejadian tersebut benar-benar berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.

“Belum bisa menyebutkan itu keracunan atau bukan. Hasil labor dulu. Apakah hasil labor sudah keluar atau belum, kita belum tahu,” ujar Nanang.

Ia menyebut menu MBG yang disajikan kepada siswa saat kejadian berupa sop ayam.

Terkait jumlah siswa yang mengalami keluhan, Nanang menyebut jumlahnya cukup banyak, bahkan diperkirakan mendekati 100 orang. Namun, pihak sekolah masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pastinya.

“Siswa cukup banyaklah, itu kan ada kurang lebih 100 lah,” katanya.

Menunggu Jawaban dari Hasil Laboratorium

Peristiwa ini kini menjadi perhatian karena jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan cukup besar dan masih adanya siswa yang mendapatkan penanganan medis hingga Rabu malam.

Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan.

Pemeriksaan terhadap sampel makanan dan pemeriksaan medis terhadap para siswa diharapkan dapat memberikan jawaban mengenai penyebab munculnya gejala yang dialami para pelajar.

Masyarakat pun menunggu hasil pemeriksaan tersebut agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi.

Satu hal yang pasti, program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah harus benar-benar menjamin keamanan makanan yang disajikan.

Kini perhatian tertuju pada satu pertanyaan:

Apa yang sebenarnya terjadi setelah para siswa menyantap menu MBG sop ayam tersebut?

Jawabannya menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Terkini