Melihat dari Dekat Masjid Ar-Rahmat, Masjid Tertua di Kampar

Melihat dari Dekat Masjid Ar-Rahmat, Masjid Tertua di Kampar

KOTO KAMPAR HULU (SK) - Cukup banyak masjid tua di Kabupaten Kampar, namun jarang kali terekspos oleh media. Salah satu masjid tua itu terdapat di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu.

Nama masjidnya Ar-Rahmat. Posisi masjid ini berada di tengah perkampungan Desa Tanjung. Konon katanya Masjid Ar-Rahmat ini adalah masjid tertua di Kabupaten Kampar. Itulah pengakuan dari masyarakat Tanjung karena memang kalau dilihat dari fisik bangunan, jelas sekali masjid ini sudah tua sekali.  

Seorang nenek yang berhasil kami temui di desa tersebut bernama Nenek Yumin yang sudah berusia 80 tahun mengungkapkan, saat ia masih kecil, saat berusia sekira 6 tahun, masjid itu sudah ada. Dia memperkirakan masjid yang terbuat dari kayu beratap daun dan kini telah berganti dengan atap seng itu dibangun pada tahun 1905 silam, saat itu Belanda masih menjajah Indonesia. 

"Kalau tidak salah masjid itu ketika saya masih umur 6 tahun itu juga sudah ada, berarti lebih ratusan tahunlah umurnya masjid itu. Saya saja umurnya sudah 80 tahun," ujar nenek Yumin.  

Suara Kampar terus mencari tahu dengan menanyakan kepada masyarakat Desa Tanjung tahun berapa sebenarnya masjid itu mulai dibangun. Namun tidak ada satupun masyarakat Tanjung yang mengetahui secara pasti kapan masjid itu mulai dibangun. 
Namun banyak masyarakat Tanjung yang memperkirakan Masjid Ar-Rahmat dibangun sekitar tahun 1905.

Dilihat dari fisiknya, jelas sekali arsitektur masjid masih bernuansa kuno. Meski terbuat dari papan dan kayu, namun masih awet. Terlihat sekali kayu bangunan masjid menggunakan kayu alam berkualitas tinggi. 

Dari penuturan warga, Masjid Ar-Rahmat selain sebagai tempat ibadah juga masih digunakan sebagai tempat anak-anak mengaji. Masjid ini ternyata juga memiliki fungsi lain. Sejak zaman dulu hingga sekarang masjid ini masih dijadikan sebagai tempat perundingan berbagai permasalahan adat istiadat Desa Tanjung

Mantan Ninik Mamak Tanjung, Mangkuto Kri menyebutkan, Masjid Ar-Rahmat memang dari dulu tempat perundingan adat istiadat Desa Tanjung. Di masjid ini pula tempat perundingan untuk mencari petugas khatib untuk khutbah Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

"Iya, dari dulu hingga sekarang memang Masjid Ar-Rahmat tempat berundingnya para pemuka Desa Tanjung, seperti menyelesaikan masalah adat, mencari khatib, itu diadakan setiap tahun pada malam 27 Ramadhan," sebut kakek berusia 75 tahun ini.(Syawal)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • JoshuaKeymn

    Howdy! [url=http://onlinegenpharmacy.com/#best-mexican-online-pha rmacies]roxicodone online no ...

    View Article
  • Aaronwox

    wh0cd348140 [url=http://prednisonemedicaid.us.com/]prednisone[/url] ...

    View Article
  • Markbrirm

    opanas 20mg cialis <a href="http://cialis-nice.com">buy cialis ...

    View Article
  • mtaletsfjl

    <a href="http://bakerssign.com">cialis levitra staxyn stendra and ...

    View Article